JavaScript must be enabled in order for you to see "WP Copy Data Protect" effect. However, it seems JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To see full result of "WP Copy Data Protector", enable JavaScript by changing your browser options, then try again.

«

»

Arie

Jalan-Jalan di Sydney, Australia

Sydney I’m in Love
22-25.11.2013

1-Travel23

Pertama kali ke Sydney saya langsung jatuh cinta dengan kota ini.
Sydney adalah ibu kota New South Wales dan merupakan kota yang terbanyak penduduknya di Australia. Pada tahun 2010 kota ini berpenduduk 4.6 juta orang. Penduduk di Sydney menyebut mereka sebagai Sydneysiders. Kota ini adalah tempat bagi berbagai taman, seperti Hyde Park, Royal Botanical Gardens dan taman nasional. Bersama dengan Sydney Harbour, hal ini merupakan faktor utama yang menjadikan kota ini sebagai salah satu kota terindah di dunia. Menurut pemerintah New South Wales, kota Sydney mempunyai salah satu populasi yang paling beragam secara etnis di Australia. Hampir setengah dari penduduk lahir di luar negeri, dan hampir 30 persen dari penduduk kota berbicara dalam bahasa selain bahasa Inggris. Setelah bahasa Inggris, bahasa yang paling umum digunakan di rumah adalah bahasa Mandarin, diikuti oleh bahasa Indonesia, Yunani dan Rusia. Biaya hidup sangatlah mahal di Sydney, bahkan paling mahal di antara semua kota di Australia. Jadi kalau mau jalan-jalan di Sydney, pastikan uang saku yang lebih.

Kalau baru pertama ke Sydney, saya anjurkan naik taxi dari airport ke hotel. Biaya taxi sekitar AUD $70.00 (Currency saat ini 70 dolar Australia=Rp.750.000) dari airport ke kota Sydney (Hotel The Grace dimana saya tinggal). Saya anjurkan juga tinggal di hotel tengah kota karena dekat kemana-mana apalagi kalau tinggalnya cuman sebentar seperti saya. Dari The Grace Hotel, tinggal jalan kaki ke Darling Harbour, Queen Victoria Building, Sydney Opera House, dll. Biaya menginap di The Grace Hotel saat ini AUD $200.00 per malam atau sekitar Rp.2.200.000 per malam, dan itu termasuk murah untuk biaya tinggal di tengah kota.

Jangan lewatkan post-post mengenai restaurant yang saya kujungi di Sydney:
Restaurant Sydney Cove Oyster Bar
Casa Di Nico, Restaurant Italia di Sydney
Criniti’s Woolloomooloo, Restaurant Italia di Sydney
Rockpool Sydney, Restaurant Steak Istimewa

Berikut beberapa foto yang saya ambil dari Sydney.
1-Travel12
Foto dari seminar.

1-Travel13
Desert.

1-Travel21
Sydney Opera House.

1-Travel20
Sydney Bridge.

1-Travel16
Cuaca bisa berganti setiap saat. Lima menit cerah, sepuluh menit kemudian berganti seperti ini, hujan deras, cerah lagi. Jadi kalau ke Sydney bulan November, siap-siap baju musim panas dan musim dingin, payung 🙂

1-Travel15
Darling Harbour dimalam hari. Setiap akhir pekan pasti ada kembang api, jadi jangan sampai terlewatkan.

1-Travel17
Perempatan dekat Queen Victoria Building.

1-Travel22
Dalam gedung Queen Victoria. Shopcoholic must visit, disini banyak butik-butik baju.

1-Travel19
Tak terlewatkan Krispy Kreme, buat pecinta donut yang ini musti di coba. Menurut saya kalau di Indonesia rasanya seperti J.co donut.

Nah….ada rencana ke Sydney ??? Kalau ada pertanyaan, inbox me yah. Edisi berikutnya saya akan bahas mengenai tempat makan di Sydney.

Tinggalkan Pesan