JavaScript must be enabled in order for you to see "WP Copy Data Protect" effect. However, it seems JavaScript is either disabled or not supported by your browser. To see full result of "WP Copy Data Protector", enable JavaScript by changing your browser options, then try again.

«

»

Arie

4 Hari Wisata Di Hakone (bagian 4)- Edisi Liburan di Jepang Day 8 to 11

4 Hari Wisata Di Hakone - bagian 4 (perjalanan dari Hakone ke Kyoto).4 Hari Wisata Di Hakone – bagian 4 (perjalanan dari Hakone ke Kyoto).

Hari terakhir di Hakone kami gunakan untuk persiapan perjalanan ke Kyoto. Untuk menuju ke Kyoto dengan bullet train, kami tidak perlu kembali ke Tokyo karena kereta api Shinkansen (bullet train) melewati stasiun Odawara yang tak jauh dari Hakone.

Makanan khas Jepang - Breakfast at Mount View Hakone RyokanSeperti biasa, sarapan di hotel sangat memuaskan. Tapi terus terang saja setelah 3 atau 4 hari makan pagi dan makan malam full dengan traditional Japanese meal, lidah saya sudah ngidam sambal terasi dan ayam goreng. Bahkan suami saya yang bule saja bilang kalau kangen makanan rumah (kesukaan dia gado-gado dan soto ayam). Tak bisa dipungkiri, I love Indonesian food very much 🙂

Setelah selesai makan pagi kami memulai packing yang diteruskan dengan check out dari hotel. Ini yang penting banget diketahui jika kalian travel dari satu kota ke kota lain di Jepang. Disana terdapat service agency yang menangani koper-koper kalian dari satu hotel ke hotel lain, dan dari satu kota ke kota lain. Kami baru mengetahui tipe service ini sewaktu kami sudah di Hakone. Kami membayar sekitar 300 ribu rupiah untuk 2 koper besar dari hotel di Hakone (dimana kami tinggal) langsung di antar ke hotel di Kyoto tempat kami menginap disana. Jadi kami membawa hand luggage kecil cukup untuk menaruh baju dan kebutuhan travel lainnya cukup untuk satu hari satu malam. Waktu pengiriman biasanya memakan waktu satu sampai dua hari tergantung tujuan.

Danau Ashimoto - Hakone JepangDari hotel Mount View Hakone kami naik bus menuju ke terminal/stasiun Togendai. Sebelum meneruskan perjalanan ke Odawara, kami melihat-lihat danau disekitar satasiun tersebut yang bernama danau ASHI. Sayang sekali kami tidak sempat untuk mencoba tour dengan perahu disekitar danau tersebut. Well, there is always next time…

Danau dekat terminal Togendai Dari Togendai kami naik bus dengan tujuan stasiun Odawara. Sesampainya disana kami langsung mencari loket atau kantor penjualan tiket kereta api JR (Japan Rail). Kami lalu mengambil tiket Sinkansen (bullet train) dari Odawara ke Kyoto, sekalian tiket dari Kyoto ke Tokyo untuk tanggal 26 April 2015. Tiket-tiket tersebut sudah termasuk harga JR PASS yang kami beli sebelum kami tiba di Jepang. Tiket tersebut kami beli online dan di antar melalui FEDEX ke Australia dimana kami tinggal. Jadi ketika kami tiba di kantor penjualan tiket, kami hanya menunjukkan JR PASS dan passport kami sebelum mereka memberikan tiket yang kami butuhkan. Pembelian JR PASS sangat saya sarankan jika kalian ingin pergi ke Jepang dan mengunjungi satu kota ke kota lain dengan kendaraan umum. Terutama dengan Shinkansen (bullet train) karena harganya jauh lebih murah dibandingkan dengan jika kalian membeli tiket bullet train ketika kalian sudah di Jepang. Tapi kalau kalian hanya mengunjungi satu kota di Jepang, JR PASS sangat tidak ekonomis karena kalian bisa membeli tiket kereta api lokal dengan harga yang murah. Seperti halnya ketika kami di Tokyo, kami harus membeli tiket kereta api lokal karena kebanyakan kereta api dalam kota yang kami gunakan bukan milik perusahaan JR (Japan Rail), jadi kami tidak bisa menggunakan JR PASS kami. Kalau kalian ingin tahu lebih banyak tentang JR PASS, silahkan untuk mengunjungi postingan Liburan ke Jepang. Karena disana saya jelaskan banyak tentang bagaimana memesan, mengaktifkan dan menggunakan JR PASS.

Sebelum menuju ke tempat tunggu, kami menyempatkan diri untuk membeli minuman di Starbuck. Tak lama kemudian kereta api Shinkansen yang bernama HIKARI datang. Semua penumpang tertib mencari tempat duduk masing-masing. Kereta Hikari yang kami tumpangi meninggalkan stasiun Odawara tepat pukul 12.08 siang.

Kecepatan kereta api Shinkansen - Bullet Train JepangDari stasiun Odawara ke Kyoto memakan waktu sekitar 2 jam dengan Shinkansen. Kecepatan kereta api mencapai lebih dari 271 km per jam.

Setibanya di Kyoto, kami langsung upload google maps. Karena kami tidak membawa koper-koper kami, kami memutuskan untuk berjalan kaki ke Hotel. Dari stasiun Kyoto ke Hotel Sun Route Kyoto memakan waktu kira-kira 25 menit berjalan kaki. Udara di Kyoto lebih hangat daripada Tokyo maupun Hakone. Membuat perjalanan lebih menyenagkan. Kami berjalan menelusuri jalan-jalan utama disana. Terlihat banyak sekali turis-turis yang membawa koper-koper berat mereka. Membuat kami tertawa geli karena kami bisa jadi seperti mereka kalau kami tidak mengetahui tentang lugage service di Jepang.

Kesan pertama yang saya dapat dari Kyoto adalah nuansa kota tua. Bangunan-bangunan gedung disana terlihat kusam dan tak sebersih kota Tokyo. Di Tokyo kami tidak melihat sampah-sampah dipinggir jalan sama sekali, tapi di Kyoto sampah rumahtangga maupun industrial yang dibungkus kantong plastik berjajaran di pinggir jalan. Meskipun kantong-kantong sampah tersebut ditumpuk rapi, tapi sangat mengurangi keindahan dalam kota.

Setibanya di hotel, kami langsung check-in dan tak lupa memberitahu receptionist hotel kalau kami menunggu koper-koper kami dari Hakone. Kami mendapatkan kamar di lantai 8. Setelah mandi dan beristirahat sebentar, kami keluar hotel untuk melihat-lihat ada apa di sekitar hotel.

Makanan murah di Jepang Kami berhenti di 7Eleven untuk membeli makanan dan minuman. Karena tidak terlalu lapar, kami memilih beberapa bungkus makanan Jepang yang ada. Rasanya lumayan enak terutama nasi bungkusnya.

Sambil menikmati makan malam, kami merencanakan travel plan untuk keesokan harinya.

Bersambung…….

Buku Harian Dapur Arie 19.04.2015

Tinggalkan Pesan